Wamen Nezar: ION Mudahkan UMKM Bertransaksi Lintas Aplikasi
Wamen Nezar: ION Mudahkan UMKM Bertransaksi Lintas Aplikasi
komdigi.go.id
Kamis, 05 Februari 2026 - 21:00
Kategori Siaran Pers

Indonesia Open Network atau ION resmi diluncurkan sebagai jaringan terbuka perdagangan digital untuk memberi UMKM akses pasar yang lebih luas tanpa ketergantungan pada satu platform.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan ION dirancang untuk menjawab hambatan utama UMKM dalam ekonomi digital, terutama komisi tinggi, keterbatasan akses data, dan sistem platform tertutup.

“Banyak UMKM kesulitan masuk ke ekonomi digital karena biaya dan keterikatan platform. ION membuka pilihan agar pelaku usaha bisa ditemukan dan bertransaksi lintas aplikasi,” jelasnya dalam acara 12th Annual Indonesia Economic Forum di Jakarta Selatan, Kamis (05/02/2026).

Menurut Wamen Nezar Patria, potensi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui USD 130 miliar pada akhir tahun ini.

“Pada paruh pertama tahun ini, tercatat lebih dari 6 miliar transaksi QRIS. Namun, pertumbuhan tersebut belum dirasakan merata,” ungkapnya.

Di sisi lain, Indonesia memiliki 64,2 juta UMKM yang menyumbang sekitar 61 persen PDB dan menopang hampir 97 persen tenaga kerja.

“Meski begitu, masih banyak pelaku usaha di luar kota besar yang sulit mengakses pasar digital secara adil,” tandas Wamen Nezar Patria.

Oleh karena itu Wamen Nezar Patria, meniliai kehadiran ION sebagai jaringan terbuka dan terdesentralisasi.

Sistem ini memungkinkan penjual, pembeli, dan penyedia logistik terhubung lintas aplikasi tanpa terkunci pada satu platform digital.

“ION bukan super app. Ini jaringan terbuka. UMKM bisa menjual produk di banyak aplikasi sekaligus dan tetap memegang kendali atas usahanya,” ujar Wamen Nezar.

ION juga menjadi infrastruktur pendukung kebijakan perlindungan UMKM dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik.

Sistem ini membuat prinsip keadilan usaha tidak hanya tertulis, tetapi berjalan di sistem digital.

“Selain itu, ION menjadi fondasi program Garuda Spark yang menargetkan pembinaan 2 juta wirausahawan teknologi. Startup dapat membangun layanan langsung di atas jaringan nasional tanpa harus membuat platform tertutup baru,” ungkapnya.

Menurut Wamenkomdigi Nezar Patria, ION dapat diarahkan sebagai bagian dari infrastruktur publik digital Indonesia untuk mengurangi kesenjangan digital, memperluas pilihan usaha, dan menjaga kedaulatan ekonomi digital nasional.

Siaran Pers No. 30/HM-KKD/2/2026
Kamis, 5 Februari 2026

Baca lebih lanjut di komdigi.go.id
< Kembali Ke Halaman Login