Dari Jalur Rempah ke Jalur AI, Wamen Nezar Patria: Indonesia dan India Buka Babak Baru Kemitraan Digital
Dari Jalur Rempah ke Jalur AI, Wamen Nezar Patria: Indonesia dan India Buka Babak Baru Kemitraan Digital
komdigi.go.id
Sabtu, 01 Agustus 2026 - 13:00
Kategori Siaran Pers

Hubungan Indonesia dan India yang terjalin sejak berabad-abad lalu melalui jalur rempah kini memasuki babak baru.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan kedua negara memiliki peluang membangun masa depan bersama di bidang kecerdasan artifisial melalui kolaborasi riset, pengembangan talenta, infrastruktur digital, dan inovasi teknologi yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Menurut Wamen Nezar, India dinilai sebagai mitra alami karena memiliki pengalaman membangun infrastruktur publik digital, sementara Indonesia memiliki bonus demografi, sumber daya strategis, dan potensi besar untuk memperluas pemanfaatan AI.

"Karena India dan Indonesia bukanlah pesaing yang mengejar jalur sempit yang sama di bidang AI. Kita saling melengkapi," ungkap Wamen Nezar Patria dalam acara An Overview of the AI Roadmap of Indonesia di Jakarta Selatan, Jumat (31/07/2026).

Wamen Nezar mengatakan regulasi Peta Jalan AI Indonesia menjadi pijakan untuk membawa kemitraan kedua negara ke tahap implementasi yang lebih konkret.

Menurutnya, Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar bagi teknologi AI global.

Pemerintah mendorong penguatan perangkat lunak, komputasi, pusat data, dan talenta digital agar Indonesia mampu mengambil peran lebih besar dalam pengembangan AI.

"Selama ini, persaingan global untuk AI telah memperlakukan negara-negara seperti Indonesia sebagai pasar. Tempat untuk menjual produk AI, bukan tempat di mana AI dibangun. Saya ingin menolak kerangka berpikir tersebut malam ini, dengan hormat namun tegas," tegas Wamen Nezar.

Ia menambahkan Indonesia memiliki modal kuat untuk membangun ekosistem AI, mulai dari cadangan nikel dan mineral kritis, populasi muda dalam jumlah besar, hingga posisi strategis di persimpangan Indo-Pasifik.

Momentum penguatan kemitraan kedua negara semakin terbuka setelah kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia yang menghasilkan 16 perjanjian baru.

Kedua negara juga berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi digital, termasuk integrasi sistem pembayaran digital dan pengembangan Indonesia Open Network sebagai fondasi kolaborasi AI.

Sebagai tindak lanjut, Wamen Nezar mendorong kolaborasi yang lebih erat melalui pertukaran peneliti AI, pengembangan startup, serta peningkatan investasi riset dan pengembangan perusahaan teknologi India di Indonesia.

"Saya mengajak Indcham untuk membantu kami mengidentifikasi perusahaan-perusahaan India, mulai dari pemimpin layanan TI hingga perusahaan rintisan berbasis AI, yang siap membangun kehadiran riset dan pengembangan yang nyata di Indonesia, bukan hanya kantor penjualan," tambah Wamen Nezar.

Wamen Nezar juga menegaskan Kemkomdigi berkomitmen memastikan setiap kolaborasi Indonesia dan India memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Siaran Pers No. 144/HM-KKD/8/2026
Sabtu, 1 Agustus 2026

Baca lebih lanjut di komdigi.go.id
< Kembali Ke Halaman Login