Transformasi digital tidak hanya mengubah cara masyarakat berkomunikasi dan bekerja.
Perubahan ini juga menentukan bagaimana pengetahuan lokal, bahasa, dan kebudayaan dikenali, disimpan, serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan perkembangan teknologi harus tetap memberi ruang bagi keberagaman pengetahuan dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
"Media sosial banyak sekali manfaatnya, lembaga-lembaga pendidikan, komunitas, dan individu saling berbagi pengetahuan dan informasi yang baik. Namun, ada juga sisi gelapnya," kata Wamen Nezar dalam Dialog Kebudayaan dan Musyawarah Adat Srimusim di Sekolah Adat Srimusim Lampuuk, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Jumat (04/09/2026).
Menurutnya, media sosial juga dipenuhi dengan konten negatif, seperti pornografi, disinformasi, hingga hoaks yang dibuat dengan teknologi deepfake.
Selain itu, ruang digital yang tanpa batas membuat budaya luar yang tidak sesuai dengan budaya bangsa dapat masuk dan mempengaruhi masyarakat.
"Di sini Komdigi melakukan moderasi konten, mengatur konten-konten yang melanggar aturan, misalnya pornografi. Platform juga memiliki community guidelines yang memfilter konten-konten yang tidak layak ataupun melanggar undang-undang di suatu negara," ujarnya.
Wamen Nezar menambahkan pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) sebagai salah satu upaya untuk mencegah anak-anak terpapar konten tidak sesuai usia di ruang digital.
Upaya menjaga keamanan di ruang digital tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kemkomdigi.
Wamen Nezar mencontohkan penanganan judi online membutuhkan kerja sama dengan aparat penegak hukum dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak rekening-rekening yang digunakan oleh situs judi online.
"Kalau hanya di-take down, satu tumbuh seribu, kita bekerja sama dengan OJK, PPATK, Dittipidsiber Mabes Polri, dan BSSN untuk menutup semua jalur-jalur judi online ini, termasuk membekukan rekening," tegasnya.
Oleh karena itu, Wamen Nezar mengajak masyarakat untuk selalu bijak dalam menggunakan platform media sosial dan menghindari judi online.
"Di tengah kemudahan kita untuk mendapatkan informasi di platform-platform media sosial ini, jagalah akal kita, jagalah daya pikir kritis kita, jagalah kewarasan kita, dan pakai dengan bijak untuk hal-hal yang positif," tuturnya.
Wamen Nezar menegaskan teknologi dapat dimanfaatkan oleh generasi muda untuk mengenal akar budaya, membuka akses terhadap pengetahuan lokal, sekaligus memberi kesempatan kepada masyarakat adat dan komunitas lokal untuk hadir sebagai pemilik dan pencipta pengetahuan.
Acara Dialog Kebudayaan dan Musyawarah Adat Srimusim ini diselenggarakan oleh Komunitas Tikar Pandan.
Acara ini diawali dengan prosesi kebudayaan Peusjijuk yang merupakan bagian dari Musyawarah Adat.
Prosesi Peusjijuk merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukan sebagai simbol rasa syukur, doa keselamatan, dan permohonan keberkahan.
Pada Musyawarah Adat, Wamen Nezar menerima seberkas dokumen yang merupakan amanah untuk disampaikan ke Menteri Kehutanan terkait tata kelola hutan adat mereka.
Tak hanya diskusi, acara ini juga menyuguhkan beberapa penampilan seni kebudayaan setempat dalam bentuk karya puisi dan lagu.
Siaran Pers No. 180/HM-KKD/9/2026
Sabtu, 5 September 2026