Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mendorong Radio Republik Indonesia (RRI) untuk terus menjaga integritas informasi di tengah pesatnya disrupsi teknologi dan dominasi platform digital global.
Langkah ini penting agar RRI tetap menjadi rujukan tepercaya bagi publik di tengah maraknya banjir misinformasi dan disinformasi.
Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan Sarasehan Peringatan HUT RRI ke-81 bertema “RRI Kemarin, Kini dan Nanti” di Auditorium RRI, Jakarta Pusat, Rabu (09/09/2026).
Wamen Nezar mengapresiasi langkah transformasi RRI yang dinilai sudah berada di jalur yang tepat (on the track).
Saat ini, masyarakat tidak hanya dapat menikmati siaran suara berbasis frekuensi radio konvensional, tetapi juga dapat mengakses teks serta visual melalui aplikasi multiplatform terintegrasi milik RRI.
Kendati demikian, Wamen Nezar mengingatkan bahwa migrasi ke platform digital memerlukan pemahaman mendalam terhadap mekanisme algoritma platform global.
Algoritma bekerja secara matematis melalui teknik micro-targeting yang berpotensi memicu fenomena ruang gema (echo chamber) dan filter bubble.
“RRI adalah ekspresi keberagaman yang luar biasa. Namun, jika kita terperangkap dalam satu echo chamber, keberagaman itu bisa hilang. Oleh karena itu, kuncinya adalah tetap menjaga integritas informasi (information integrity),” ujar Wamen Nezar.
Menurut Wamen Nezar, keteguhan menjaga integritas informasi akan memosisikan lembaga penyiaran publik sebagai penyaring kebenaran (clearing house of information).
Peran ini sangat mendesak ketika gelombang disinformasi kian mudah diproduksi secara masif menggunakan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI).
Wamenkomdigi menegaskan ruang publik digital kini dibayangi oleh produksi konten instan yang berpotensi menyesatkan masyarakat.
Fenomena tersebut bahkan telah memengaruhi berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, sosial, hingga dinamika politik nasional yang kian dipengaruhi arus algoritma.
Meski demikian, Wamen Nezar optimistis karya jurnalistik yang mendalam dan beretika akan selalu relevan serta dicari oleh masyarakat luas.
“Saya tetap percaya di balik itu semua, konten yang jernih, konten yang menjelaskan, dan konten yang memberikan arah akan tetap dicari orang di tengah ketidakmenentuan,” pungkasnya.
Siaran Pers No. 183/HM-KKD/9/2026
Rabu, 9 September 2026