Wamen Nezar: Infrastruktur AI Harus Hemat Energi dan Berdampak bagi Masyarakat
Wamen Nezar: Infrastruktur AI Harus Hemat Energi dan Berdampak bagi Masyarakat
komdigi.go.id
Senin, 12 Oktober 2026 - 21:30
Kategori Siaran Pers

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan pembangunan infrastruktur kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) harus memperhatikan kebutuhan energi sekaligus memastikan teknologi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penguatan kapasitas komputasi dan konektivitas perlu diimbangi dengan kesiapan pasokan energi serta pemanfaatan teknologi yang tepat dan efisien.

“Semua infrastruktur, semua compute power yang kita punya, maknanya akan berkurang atau mungkin juga meaningless kalau dia tidak diadopsi dengan tepat dan efisien,” ujarnya dalam Digital Infrastructure Summit 2026 di Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

Wamen Nezar menjelaskan bahwa perkembangan AI membawa konsekuensi terhadap meningkatnya kebutuhan listrik dan air untuk mendukung proses komputasi.

Ia menyebut satu prompt pada platform AI generatif membutuhkan energi sekitar 0,24 hingga 3 Wh.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan infrastruktur energi dalam menopang pertumbuhan industri AI nasional.

“Listrik dan air ini berada di basis paling bawah dari AI full stack,” jelasnya.

Menurut Wamen Nezar, pemerintah memandang pembangunan tulang punggung infrastruktur digital melalui empat lapisan utama, yakni komputasi (compute), energi (power), konektivitas (connectivity), dan adopsi (adoption).

Keempatnya harus dikembangkan secara terintegrasi, mulai dari penyediaan pusat data yang andal dan tata kelola data yang jelas hingga penguatan jaringan fiber optik, kabel laut, dan jaringan seluler.

“Target kita bukan sekadar menambah megawatt, tetapi memastikan kapasitas itu menjadi pusat data yang andal,” tegasnya.

Wamen Nezar menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut harus menghasilkan konektivitas yang bermakna bagi masyarakat.

Pemanfaatan AI diharapkan meningkatkan produktivitas UMKM, membantu tenaga medis dalam mendiagnosis penyakit, serta mendukung petani mengolah informasi cuaca untuk menentukan waktu tanam, pemupukan, dan panen.

“Kita ingin konektivitas yang sudah terbangun ini bisa menjadi meaningful connectivity, konektivitas yang bermakna,” ungkapnya.

Selain kesiapan infrastruktur, Wamen Nezar menyoroti potensi mineral kritis Indonesia sebagai modal strategis pengembangan industri teknologi.

Ketersediaan nikel, timah, tembaga, bauksit, dan pasir silika membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengembangan industri semikonduktor dan komponen teknologi.

Potensi tersebut perlu dipadukan dengan penguatan energi, komputasi, dan kemampuan sumber daya manusia agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah.

“Memadukan antara mineral, energi, dan komputasi sebagai satu paket untuk meningkatkan daya saing kita,” katanya.

Wamen Nezar menambahkan bahwa Kementerian Komdigi terus memperkuat tata kelola AI melalui penyusunan peta jalan nasional, pemerataan konektivitas, pembukaan investasi infrastruktur digital, pengembangan talenta, serta kemitraan internasional yang setara.

Langkah tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem teknologi nasional yang berdaulat, berdaya saing, dan inklusif, sekaligus membuka peluang lahirnya pekerjaan dan industri baru.

Siaran Pers No. 208/HM-KKD/10/2026
Senin, 12 Oktober 2026

Baca lebih lanjut di komdigi.go.id
< Kembali Ke Halaman Login