Indonesia menilai partisipasi negara berkembang menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola internet global yang inklusif.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital Ismail menegaskan komitmen Indonesia untuk memperluas partisipasi negara berkembang melalui dialog dan kerja sama multipihak dalam forum internasional.
“Indonesia tetap berkomitmen mendukung terwujudnya internet yang inklusif dan tepercaya, sekaligus memperkuat kemitraan internasional serta meningkatkan partisipasi negara-negara berkembang,” ujar Ismail dalam acara Governmental Advisory Committee (GAC) Dinner ICANN87 Annual General Meeting di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/10/2026).
Menurut Ismail, tata kelola internet global membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dari negara berkembang, agar kebijakan yang dihasilkan dapat mengakomodasi kebutuhan dan prioritas yang beragam.
Ia menekankan, meskipun setiap negara memiliki kebutuhan dan prioritas berbeda, seluruh pihak memiliki tujuan bersama untuk menjaga internet tetap terbuka, aman, inklusif, dan bermanfaat bagi semua orang.
“Indonesia meyakini bahwa dialog, saling pengertian, dan kerja sama multipihak merupakan kunci untuk mencapai tujuan bersama,” kata Ismail.
Dalam konteks tersebut, Ismail menyoroti peran penting GAC dalam membawa perspektif kebijakan publik ke dalam tata kelola internet global.
Melalui forum ini, pemerintah dapat berkontribusi dalam pembahasan isu-isu internet internasional sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Ia menilai keterbukaan terhadap beragam perspektif menjadi fondasi untuk membangun tata kelola internet yang mampu menjawab tantangan global.
Karena itu, Indonesia mendorong agar dialog dalam komunitas internasional terus diperkuat sehingga setiap negara memiliki ruang untuk berbagi pandangan dan berkontribusi terhadap agenda bersama.
“GAC memainkan peran penting dalam membawa perspektif kebijakan publik ke dalam tata kelola internet global,” tuturnya.
Ismail juga menegaskan bahwa kolaborasi internasional tidak hanya dibangun melalui pembahasan formal dalam konferensi, tetapi juga melalui hubungan antarpihak yang dilandasi persahabatan, saling pengertian, dan kepercayaan.
Menurutnya, pertemuan informal seperti GAC Dinner dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarnegara dan mitra internasional, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih kuat pada masa mendatang.
Ia berharap, rangkaian pertemuan ICANN ke-87 dapat memperkuat kolaborasi global dan menghasilkan kemajuan bermakna dalam mewujudkan internet yang lebih baik bagi masyarakat dunia.
“Semoga ICANN 87 menginspirasi keberlanjutan kolaborasi dan kemajuan yang bermakna untuk mewujudkan internet yang lebih baik bagi semua orang,” ujar Ismail.
Melalui partisipasi aktif dalam forum internasional, Indonesia terus menegaskan pentingnya tata kelola internet yang inklusif dan tepercaya, dengan dialog terbuka, kerja sama multipihak, serta keterlibatan negara berkembang sebagai bagian dari upaya bersama membangun masa depan internet global.
Siaran Pers No. 228/HM-KKD/10/2026
Selasa, 20 Oktober 2026