Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan tindak lanjut penguatan jaringan telekomunikasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, terutama di kawasan wisata pesisir dan pedalaman yang mengalami gangguan konektivitas.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria meminta Pemkab Berau memetakan titik prioritas yang membutuhkan peningkatan layanan telekomunikasi.
“Di daerah-daerah yang menjadi tujuan wisata, penguatan sinyalnya bisa dengan dua cara. Pertama, kalau menggunakan jaringan BAKTI, kita lakukan intervensi di situ, terus yang kedua, Kemkomdigi berkoordinasi dengan opsel untuk melakukan penguatan di jalur ataupun daerah wisata,” ujar Wamen Nezar saat menerima audiensi Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).
Wamen Nezar menilai kebutuhan jaringan telekomunikasi tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan jumlah penduduk yang menetap.
Jalur wisata yang melintasi kawasan hutan maupun wilayah berpenduduk sedikit tetap memerlukan akses komunikasi, terutama untuk mendukung keselamatan pengunjung ketika menghadapi keadaan darurat.
“Di daerah yang tidak ada penduduk tapi sebetulnya lintasan untuk orang wisata itu juga butuh penguatan. Karena kalau ada turis-turis, dalam keadaan darurat, harus tetap bisa terhubung,” jelasnya.
Wamen Nezar menjelaskan bahwa penguatan konektivitas di Berau merupakan bagian dari upaya pemerataan akses telekomunikasi, termasuk di wilayah yang belum terjangkau layanan secara memadai.
Dalam pelaksanaannya, BAKTI diprioritaskan untuk melayani daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sementara operator seluler didorong memperkuat jaringan di kawasan yang memiliki kebutuhan komunikasi dan potensi ekonomi, termasuk destinasi wisata.
“Negara punya kewajiban no one left behind, tidak ada yang tertinggal. Sehingga kita arahkan jaringan telekomunikasi ke daerah-daerah 3T, yang tertinggal, terdepan, terluar, jadi prioritas buat programnya BAKTI,” pungkasnya.
Siaran Pers No. 229/HM-KKD/10/2026
Selasa, 20 Oktober 2026