Lewat AI Talent Factory, Kemkomdigi Jembatani Kesenjangan Talenta AI dan Industri
Lewat AI Talent Factory, Kemkomdigi Jembatani Kesenjangan Talenta AI dan Industri
komdigi.go.id
Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:30
Kategori Siaran Pers

Kesenjangan kompetensi antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri menjadi salah satu tantangan pengembangan talenta digital.

Melalui AI Talent Factory, Kementerian Komunikasi dan Digital melibatkan mahasiswa dalam proyek nyata untuk membentuk talenta AI yang mampu menyelesaikan persoalan dunia kerja.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi Boni Pudjianto menegaskan bahwa program tersebut dirancang untuk mempertemukan kemampuan akademik mahasiswa dengan pengalaman menyelesaikan tantangan yang dihadapi kementerian, lembaga, pemerintah daerah, industri, dan sektor publik.

"Keunggulan program ini adalah mahasiswa yang sudah berada di tahap akhir kuliah atau sedang mengerjakan tugas akhir langsung terlibat dalam proyek nyata yang kami siapkan. Mereka bekerja dalam tim untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi," ujar Boni Pudjianto dalam sesi diskusi panel pada Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Rabu (21/10/2026).

AI Talent Factory menjadi salah satu program unggulan BPSDM Komdigi dalam menyiapkan talenta AI tingkat lanjut melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Politeknik Negeri Padang (PNP).

Menurut Boni Pudjianto, peserta program tidak hanya dibekali fondasi keilmuan seperti data science, machine learning, dan deep learning, tetapi juga ditantang menyelesaikan berbagai studi kasus yang mencerminkan kebutuhan dunia kerja.

"Kami menyediakan sejumlah use case nyata dari program prioritas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, industri, ataupun sektor publik, kemudian mahasiswa dibagi ke dalam beberapa tim kecil untuk menyelesaikan persoalan tersebut, tentu saja dengan bimbingan para mentor teknis Komdigi, mentor dari pemilik use case, dan dosen pembimbing dari masing-masing kampus" jelasnya.

Melalui pengalaman menyelesaikan tantangan yang dihadapi industri dan sektor publik maupun program prioritas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah diharapkan dapat mempersempit kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan perusahaan, sehingga mereka lebih siap memasuki industri setelah menyelesaikan pendidikan.

"Harapannya, setelah lulus dari perguruan tinggi, mereka akan lebih siap memasuki dunia industri dan menjadi talenta yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan," tuturnya.

Siaran Pers No. 232/HM-KKD/10/2026
Rabu, 21 Oktober 2026

Baca lebih lanjut di komdigi.go.id
< Kembali Ke Halaman Login