Pemerintah menargetkan masyarakat dapat menikmati internet tetap berkecepatan 100 Mbps dengan biaya di bawah Rp200 ribu.
Perluasan jaringan fiber optik hingga rumah tangga menjadi salah satu agenda Kementerian Komunikasi dan Digital dalam menyiapkan infrastruktur yang terjangkau untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan digital masyarakat.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan perluasan akses internet melalui jaringan fixed broadband menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas konektivitas sekaligus menekan biaya layanan internet bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan jaringan fiber optik perlu diperluas agar konektivitas berkecepatan tinggi tidak hanya tersedia di kawasan bisnis atau perkotaan, tetapi juga dapat menjangkau rumah tangga dan dimanfaatkan bersama oleh seluruh anggota keluarga.
“Internet bisa ditekan biayanya menjadi lebih murah dengan cara memperluas fixed broadband. Kita perlu memperluas jaringan fiber optik agar bisa masuk ke rumah tangga sehingga koneksinya bisa digunakan bersama oleh keluarga,” ujar Wamen Nezar dalam wawancara dengan CNBC Indonesia di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026).
Wamen Nezar menjelaskan pemerintah membidik layanan internet dengan kecepatan 100 Mbps yang dapat dinikmati masyarakat dengan biaya sekitar Rp140 ribu atau di bawah Rp200 ribu.
Skema tersebut diharapkan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar karena satu koneksi internet dapat digunakan oleh seluruh anggota keluarga untuk berbagai kebutuhan.
“Dengan kecepatan 100 Mbps, masyarakat bisa membayar sekitar Rp140 ribu atau di bawah Rp200 ribu. Ini akan memberikan dampak ekonomi yang cukup tinggi bagi masyarakat,” jelasnya.
Perluasan fixed broadband juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional.
Ketersediaan internet berkecepatan tinggi dengan harga terjangkau dinilai penting untuk mendukung semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital, mulai dari kegiatan belajar, pekerjaan, pengembangan usaha, hingga akses terhadap berbagai layanan publik.
Wamen Nezar menegaskan penguatan infrastruktur konektivitas merupakan salah satu agenda utama pemerintah dalam menyiapkan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi digital.
Selain memperluas jaringan fiber optik, pemerintah juga menargetkan peningkatan adopsi teknologi 5G dalam tiga hingga lima tahun mendatang.
“Penguatan infrastruktur menjadi yang pertama dan paling penting. Kita akan meningkatkan adopsi teknologi 5G yang saat ini masih di bawah 10 persen, dengan target mendekati 30 hingga 40 persen dalam tiga sampai lima tahun ke depan,” ungkapnya.
Melalui perluasan jaringan fiber optik hingga rumah tangga dan peningkatan kualitas konektivitas seluler, Kemkomdigi berupaya memastikan infrastruktur digital nasional semakin inklusif.
Dengan demikian, akses internet berkualitas dan terjangkau diharapkan dapat dinikmati lebih banyak masyarakat sekaligus memperkuat partisipasi keluarga Indonesia dalam ekonomi digital.
Siaran Pers No. 244/HM-KKD/10/2026
Jumat, 30 Oktober 2026