Kementerian Komunikasi dan Digital perkuat pemanfaatan teknologi digital dalam sektor perikanan untuk mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Melalui penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan artifisial (AI), pemerintah berhasil membantu petambak meningkatkan produktivitas budidaya ikan sekaligus memperkuat daya saing hasil perikanan Indonesia.
Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan digitalisasi sektor pertanian dan perikanan menjadi bagian penting dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional. Menurutnya, potensi produksi petani dan petambak Indonesia perlu diperkuat dengan pemanfaatan teknologi agar mampu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus bersaing di pasar global.
“Kami hadir menjalankan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal konsisten menyampaikan salah satu Asta Cita terkait ketahanan pangan. Karena itu, kami ingin memastikan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dapat dimanfaatkan langsung oleh petani dan petambak untuk meningkatkan produktivitas,” tegas Meutya dalam kegiatan Teknologi Digital AIoT Tepat untuk Petani dan Pembudidaya di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (03/11/2026).
Meutya menjelaskan, Kemkomdigi mendorong pemanfaatan konektivitas digital untuk kegiatan produktif, termasuk pengembangan sektor perikanan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan startup dan inovator teknologi lokal yang mengembangkan perangkat serta aplikasi untuk membantu petambak mengelola budidaya secara lebih modern.
"Seperti di Kabupaten Lamongan hari ini, penerapan teknologi IoT pada tambak ikan kerapu memungkinkan pembudidaya memantau kadar oksigen, pH, dan salinitas air. Teknologi ini membantu menjaga kondisi lingkungan budidaya, mendukung pertumbuhan ikan, serta mengurangi tingkat kematian. Pemantauan juga dapat dilakukan melalui aplikasi sehingga pengelolaan tambak menjadi lebih mudah," jelasnya.
Hasil penerapan teknologi selama sekitar lima bulan menunjukkan perkembangan positif. Penggunaan teknologi pada budidaya ikan kerapu tercatat mampu menghemat penggunaan pakan hingga 20 persen, meningkatkan survival rate ikan sebesar 16 persen, serta mendorong peningkatan produktivitas budidaya lebih dari 24 persen.
Meutya menegaskan, pengembangan teknologi akan terus dilakukan agar manfaatnya semakin optimal bagi petambak. Integrasi IoT dengan AI nantinya memungkinkan lebih banyak indikator budidaya dipantau sehingga pengelolaan produksi dapat dilakukan secara semakin efisien.
“Dengan artificial intelligence digabungkan dengan teknologi yang sekarang sudah dimiliki, indikator-indikatornya akan lebih banyak lagi yang bisa dimonitor dan insyaallah efisiensinya semakin bertambah,” ujarnya.
Selain menghadirkan teknologi, Kemkomdigi memberikan edukasi dan pendampingan kepada petambak agar mampu menggunakan perangkat digital secara optimal.
"Program ini melibatkan startup lokal dan menjadi upaya membangun ekosistem inovasi digital sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi untuk mendukung ketahanan pangan di daerah," tandasnya.